Visiting Profesor : Peran Gizi terhadap prestasi atlet oleh Associate Professor Dr Yaya Rukayadi (Universiti Putra Malaysia)

Sleman, 30 Juni 2026 – Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sukses menyelenggarakan kegiatan akademik bertaraf internasional, Visiting Professor, di Ruang Sidang Utama, GPLA FIKK UNY. Acara yang mengusung judul "Peran Gizi terhadap Prestasi Atlet" ini menghadirkan narasumber ahli, Associate Professor Dr. Yaya Rukayadi dari Universiti Putra Malaysia (UPM). Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen institusi dalam memperkaya wawasan akademik para mahasiswa dan sivitas akademika terkait perkembangan ilmu pengetahuan terkini di bidang keolahragaan, khususnya nutrisi olahraga.

Dalam pemaparannya, Dr. Yaya Rukayadi menyoroti secara mendalam mengenai urgensi functional food (pangan fungsional) dan korelasinya terhadap optimalisasi kinerja tubuh seorang atlet. Beliau menjelaskan bahwa functional food memiliki peran strategis yang posisinya berada di antara real food (makanan utuh) dan medicine (obat-obatan). Pangan fungsional tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan asupan dasar, tetapi juga memberikan efek fisiologis tambahan yang mampu menjembatani celah antara diet harian dan intervensi medis. Pendekatan ini dinilai sangat krusial bagi seorang atlet untuk menjaga kebugaran, mempercepat proses pemulihan, dan memastikan tubuh menjadi lebih sehat sehingga mampu menghasilkan performa yang jauh lebih baik secara berkelanjutan.

Kegiatan ini berlangsung dalam suasana yang sangat interaktif dan disambut dengan antusiasme tinggi oleh para peserta. Hal ini dibuktikan melalui ragam pertanyaan kritis yang diajukan selama sesi diskusi. Melalui penyelenggaraan acara ini, FIKK UNY berharap dapat memberikan pandangan dari sisi lain terkait manajemen nutrisi dan gizi sebagai fondasi utama penunjang performa olahraga. Lebih dari sekadar forum akademik, kegiatan Visiting Professor ini menjadi langkah strategis dalam menginvestasikan ilmu pengetahuan kepada generasi muda, guna mencetak insan olahraga yang semakin sadar akan pentingnya penerapan gizi berbasis sains.