Mahasiswa Ilmu Keolahragaan UNY Mengimplementasikan SDGS 3 melalui Permainan Olahraga dan Edukasi Cedera Untuk Memperkuat Gaya Hidup Sehat Masyarakat Dusun Nangsri Lor Sleman

SLEMAN — Mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mendorong penerapan gaya hidup sehat dan aktif bagi anak-anak di Dusun Nangsri Lor, Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, melalui rangkaian kegiatan keolahragaan dalam program KKN M-229908 dengan dosen pendamping lapangan Bapak Yudi Utomo Putra, M.T. Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada aktivitas fisik, tetapi juga menggabungkan permainan olahraga, edukasi mengenai pencegahan dan perawatan cedera, serta permainan tradisional. Tiga kegiatan yang dilaksanakan meliputi Permainan Bola Voli Dusun Nangsri Lor, Sosialisasi dan Workshop Pencegahan dan Perawatan Cedera (PPC), serta Permainan Tradisional Gobak Sodor. Rangkaian program tersebut menyasar anak-anak dan remaja dengan harapan aktivitas olahraga dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan selama beraktivitas fisik.
Membangun Keterampilan melalui Permainan Bola Voli
Salah satu kegiatan utama yang dilaksanakan adalah Permainan Bola Voli Dusun Nangsri Lor yang dikoordinasikan oleh Muhammad Rifai Afdillah Putra Nugroho Mahasiswa prodi Ikor semester 7 dengan NIM 23060130082 Kegiatan ini diikuti sekitar 10 anak dari jenjang TK hingga SMP yang memiliki ketertarikan terhadap olahraga bola voli.
Permainan dilaksanakan pada setiap hari sabtu mulai dari tanggal 01 sampai 29 Agustus dalam lima pertemuan dengan materi yang diberikan secara bertahap. Peserta mendapatkan latihan teknik dasar bola voli, mulai dari passing bawah, passing atas, servis, hingga latihan kondisi fisik dan simulasi pertandingan.
Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya diarahkan untuk menguasai teknik dasar permainan, tetapi juga dilatih untuk meningkatkan koordinasi gerak, kelincahan, kebugaran, kerja sama, serta kepercayaan diri ketika bermain bersama.
Penggunaan beberapa peralatan latihan seperti bola voli, cone, palang lompat, dan ladder drill turut mendukung variasi aktivitas selama permainan. Pendekatan latihan dilakukan secara bertahap agar peserta dapat mengikuti materi sesuai kemampuan mereka.
Pengalaman tersebut dirasakan oleh Nohan, salah satu peserta kelas 2 SMP. Ia mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai teknik dasar bola voli setelah mengikuti kegiatan. “Sebelumnya saya sering bermain voli, tetapi belum tahu teknik passing yang benar. Setelah mengikuti latihan, saya jadi lebih paham cara melakukan passing,” ujar Nohan.
Melalui kegiatan tersebut, olahraga bola voli diperkenalkan sebagai salah satu pilihan aktivitas fisik yang dapat dilakukan secara rutin sekaligus menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar bekerja sama dan berinteraksi dengan teman sebaya.
Sosialisasi dan Workshop Pencegahan dan Perawatan Cedera (PPC) Aktivitas olahraga juga perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai keselamatan. Karena itu, rangkaian kegiatan dilanjutkan melalui Sosialisasi dan Workshop Pencegahan dan Perawatan Cedera (PPC) dikoordinasikan oleh Linda Aulya Maryam Mahasiswa prodi Ikor semester 7 dengan NIM 23060130002 yang dilaksanakan pada 20 Agustus 2026 di Masjid Al-Qodr, Dusun Nangsri Lor. Kegiatan tersebut diikuti oleh 10 peserta dari jenjang TK hingga SMP yang merupakan peserta dan penggiat olahraga bola voli di Dusun Nangsri Lor. Selama tiga jam, peserta memperoleh materi mengenai pencegahan cedera sebelum, selama, dan setelah berolahraga serta penanganan sederhana terhadap beberapa kondisi yang dapat terjadi ketika melakukan aktivitas fisik. Materi yang diberikan mencakup penanganan kram, keseleo atau sprain, luka ringan, serta keluhan pada tangan. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pemanasan dan pendinginan, menjaga hidrasi, memperhatikan asupan makanan, istirahat yang cukup, serta mengenali kondisi ketika aktivitas olahraga perlu dihentikan dan memerlukan bantuan orang dewasa atau tenaga kesehatan. Tidak hanya melalui penyampaian materi, kegiatan PPC juga menggunakan metode demonstrasi dan praktik. Peserta diajak mengikuti gerakan pemanasan secara bersama-sama sehingga informasi yang diberikan dapat langsung dipraktikkan. Khusnul, siswa kelas 5, mengaku paling menikmati bagian praktik pemanasan karena dapat langsung mengikuti gerakan yang diberikan. “Saya paling suka waktu praktik pemanasan karena bisa langsung mengikuti gerakannya. Sekarang saya tahu pemanasan itu penting sebelum bermain voli.” Selain materi mengenai pemanasan, peserta juga diperkenalkan pada penanganan sederhana terhadap luka. Dominic, peserta TK besar, mengatakan bahwa kegiatan tersebut membuatnya mengetahui langkah awal ketika mengalami luka. “Saya jadi tahu kalau luka itu harus dicuci dulu terus dikasih obat Betadine dan diplester.” Pendekatan praktik tersebut membuat peserta tidak hanya mengetahui pentingnya pemanasan, tetapi juga memahami bagaimana melakukan persiapan sebelum berolahraga secara sederhana. Kegiatan ini sekaligus melengkapi permainan bola voli agar peserta memiliki kesadaran terhadap aspek keselamatan ketika melakukan aktivitas olahraga.
Mengenalkan Kembali Gobak Sodor sebagai Aktivitas Fisik Selain olahraga bola voli, mahasiswa juga menghadirkan permainan tradisional melalui kegiatan Gobak Sodor yang dikoordinasikan oleh Samuel Amos Dewanto Mahasiswa prodi Ikor semester 7 dengan NIM 23060130105 dilaksanakan pada 9 September 2026 di lapangan voli Dusun Nangsri Lor. Sebanyak 10 anak dari jenjang TK hingga SMP mengikuti kegiatan tersebut. Sebelum permainan dimulai, peserta memperoleh penjelasan mengenai aturan permainan, pembagian kelompok, mekanisme pertandingan, serta peran setiap anggota tim. Tahap sosialisasi dilakukan untuk memastikan seluruh peserta memahami aturan yang sama sebelum permainan berlangsung. Setelah itu, peserta dibagi ke dalam kelompok dan mengikuti permainan Gobak Sodor secara langsung. Permainan berlangsung dengan suasana aktif dan antusias. Selain mendorong anak untuk bergerak, Gobak Sodor memberikan kesempatan kepada peserta untuk melatih kelincahan, koordinasi gerak, komunikasi, kerja sama, kedisiplinan, dan sportivitas. Hal tersebut juga dirasakan oleh Restu, salah satu peserta kelas 5 yang mengikuti kegiatan. Ia mengaku senang dapat bermain Gobak Sodor bersama teman-temannya. “Awalnya saya kira Gobak Sodor gampang, ternyata cukup susah juga karena harus lari dan menghindari penjaga. Tapi justru itu yang bikin seru,” ujar Restu. Setelah pertandingan selesai, dilakukan penilaian berdasarkan hasil permainan untuk menentukan tim terbaik. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian apresiasi dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan. Penggunaan permainan tradisional menjadi bagian penting dari rangkaian program karena aktivitas fisik tidak selalu harus dilakukan melalui olahraga yang bersifat kompetitif atau menggunakan fasilitas khusus. Permainan tradisional dapat menjadi alternatif aktivitas bergerak yang menyenangkan sekaligus menciptakan interaksi langsung antarpeserta.
Menguatkan Implementasi SDGs 3 melalui Aktivitas Fisik Ketiga kegiatan tersebut memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 3: Good Health and Well-being atau Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Keterkaitan tersebut terlihat melalui upaya mendorong aktivitas fisik, meningkatkan kebugaran, memberikan edukasi keselamatan olahraga, serta menciptakan aktivitas yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan anak.
Dalam konteks kegiatan di Dusun Nangsri Lor, pendekatan tersebut diwujudkan melalui kombinasi antara permainan olahraga, edukasi kesehatan, dan permainan tradisional. Anak-anak tidak hanya diajak untuk aktif bergerak, tetapi juga diperkenalkan pada cara menjaga tubuh agar tetap aman selama beraktivitas fisik. Rangkaian program tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dapat diberikan melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan anak. Bola voli menjadi sarana untuk mengembangkan keterampilan olahraga, edukasi PPC memberikan bekal mengenai keselamatan dan penanganan cedera, sedangkan Gobak Sodor menghadirkan aktivitas fisik yang sekaligus memperkuat kerja sama dan interaksi sosial. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa Ilmu Keolahragaan UNY berupaya menghadirkan pengalaman olahraga yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan bermain, tetapi juga membangun kesadaran mengenai pentingnya bergerak aktif, menjaga kesehatan, memahami keselamatan olahraga, serta menikmati aktivitas fisik bersama. Dengan pendekatan yang memadukan olahraga, edukasi, dan permainan, kegiatan di Dusun Nangsri Lor diharapkan dapat menjadi pengalaman positif bagi anak-anak untuk mengenal aktivitas fisik sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih aktif dan sehat.