Bahasa Indonesia
English
You are here
Mahasiswa KKN UNY Sosialisasikan Manajemen Hidup Sehat kepada Remaja Dusun Tegalsari, Untuk Memperkuat Implementasi SDGs 3
Primary tabs
Dusun Tegalsari – Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Manajemen Hidup Sehat untuk Anak Remaja Usia 13–17 Tahun di Dusun Tegalsari pada 5 September. Hal ini dilakukan sebagai Upaya untuk mendorong penerapan gaya hidup sehat dan aktif bagi anak-anak remaja di wilayah tersebut. Kegiatan tersebut menjadi program kerja individu mahasiswa anggota KKN M-30525 dengan dosen pendamping lapangan Indri Kurniawati, S.Par., M.Sc. yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut diikuti oleh 17 remaja dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini merupakan bagian dari pengabdian Masyarakat yang bertujuan menciptakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat bagi generasi muda untuk masa depan yang hebat berkelanjutan serta mendukung SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Dalam pelasksanaan kegiatan ini dengan langsung dikoordinasikan oleh Yosafat Charlie Hutabarat Mahasiswa program studi S-1 Ilmu Keolahragan semester 7 dengan NIM 23060130091. Sasaran kegiatan adalah remaja berusia 13–17 tahun yang sebelumnya telah didata melalui kegiatan bimbingan belajar (open house) dan aktivitas remaja desa Karang Taruna. Dari hasil pendataan tersebut terdapat 21 remaja yang termasuk dalam kelompok usia sasaran kegiatan.
Pemilihan remaja sebagai sasaran kegiatan didasarkan pada pentingnya membentuk kebiasaan hidup sehat sejak usia dini. Pada masa remaja, seseorang mulai membangun berbagai kebiasaan yang dapat berpengaruh terhadap kehidupan dan kesehatan di masa mendatang. Oleh karena itu, pemahaman mengenai pola makan, aktivitas fisik, istirahat, kebersihan, pengelolaan waktu, serta penggunaan media sosial perlu diberikan dengan cara yang sesuai dengan karakteristik remaja.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyampaikan berbagai materi mengenai manajemen waktu, pola makan sehat dan seimbang, aktivitas fisik, istirahat yang cukup, kebersihan diri dan lingkungan, serta penggunaan gadget dan media sosial secara bijak. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami dan dapat diterapkan oleh peserta dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan sosialisasi menggunakan pendekatan yang santai, interaktif, dan komunikatif. Para peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diberikan kesempatan untuk bertanya, menyampaikan pendapat, serta berbagi pengalaman yang berkaitan dengan kebiasaan hidup mereka. Pendekatan tersebut digunakan agar kegiatan tidak terasa seperti pembelajaran formal di sekolah dan peserta dapat mengikuti kegiatan dengan lebih aktif.
Salah satu perhatian dalam kegiatan adalah kebiasaan remaja dalam menggunakan media sosial dan gadget. Sebagian peserta diketahui cenderung menghabiskan waktu luang dengan menggunakan media sosial dan melakukan aktivitas yang minim gerak. Oleh karena itu, peserta diajak memahami pentingnya membagi waktu antara belajar, menggunakan teknologi, melakukan aktivitas fisik, berinteraksi dengan lingkungan, dan beristirahat.
Selain penyampaian materi, mahasiswa juga memberikan contoh penerapan pola hidup sehat secara sederhana. Pada saat kegiatan berlangsung, peserta diberikan hidangan dan minuman sehat sebagai contoh nyata mengenai pentingnya memilih makanan dan minuman yang baik untuk dikonsumsi sehari-hari.
Kegiatan tersebut mendapatkan respons positif dari para peserta. Salah satu respons yang terlihat setelah sosialisasi adalah munculnya inisiatif remaja untuk mengajak mahasiswa melakukan jogging bersama. Hal tersebut menjadi salah satu bentuk ketertarikan peserta untuk mulai menerapkan aktivitas fisik sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman bahwa hidup sehat tidak hanya berkaitan dengan makanan, tetapi merupakan kebiasaan yang mencakup berbagai aspek kehidupan. Remaja perlu mampu mengatur waktu, menjaga pola makan, melakukan aktivitas fisik, memperoleh istirahat yang cukup, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta menggunakan media sosial secara bijak.
Mahasiswa berharap kegiatan sosialisasi tersebut dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran remaja Dusun Tegalsari untuk menerapkan pola hidup sehat. Pengetahuan yang telah diperoleh diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa edukasi kesehatan kepada remaja dapat dilakukan melalui pendekatan yang menyenangkan dan tidak monoton. Dengan penyampaian materi yang jelas, komunikasi dua arah, serta contoh kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, remaja menjadi lebih mudah memahami pentingnya menjaga kesehatan. Keberlanjutan kegiatan dengan melibatkan remaja, orang tua, dan masyarakat diharapkan dapat semakin memperkuat penerapan pola hidup sehat di Dusun Tegalsari.
Kontak Kami
Copyright © 2026,
